Laman

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Berbagi Seputar pendidikan, Berita/Kabar, Wisata/Pariwisata, Informatika, Software, Internet, Sains, Daerah, Sosial, Budaya, Politik, Hukum, Agama, Adat/Tradisi, Islam, Sekolah, Info/Informasi, dll dari dan untuk Sumenep Madura Jatim/Jawa Timur.

Kamis, 15 Juli 2010

7 Cara Sehat Tanpa Keluar Uang

7 Cara Sehat Tanpa Keluar Uang
Kamis, 15 Juli 2010 | 09:41 WIB

Ilustrasi
TERKAIT:
Insomnia Sebabkan Kematian?
Ejakulasi Bikin Prostat Sehat
GramediaShop: Resep Mudah Tetap Sehat
GramediaShop: Khasiat Whole Grain

Kompas.com — Sehat itu mahal, begitu menurut banyak orang. Boleh saja orang berpendapat begitu, tetapi tidak berarti kita tak mampu menghindar dari ancaman penyakit, bahkan dengan cara gratis.

1. Kumpul dengan teman
Khawatir terkena serangan jantung di masa tua? Jika demikian, jangan tampik tawaran teman-teman untuk menghabiskan waktu bersama. Penelitian para ahli dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia lanjut yang tetap aktif bergaul memiliki kondisi pembuluh darah yang lebih baik sehingga mengurangi risiko penyakit jantung, dibandingkan dengan rekannya yang "kuper".

2. Tarik napas
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa muda yang punya rasa iri dan permusuhan memiliki fungsi paru lebih rendah. Hal itu terjadi jika campuran rasa iri, benci, serta permusuhan itu mengendap bertahun-tahun sehingga berdampak pada kesehatan. Untuk itu, mulailah belajar mengolah pernapasan. Tarik napas dalam, hitung sampai 10, lalu lepaskan. Anda akan merasa lebih rileks dan lepas.

3. Mandi matahari
Para ilmuwan akhir-akhir ini semakin memusatkan perhatian pada vitamin D yang ternyata punya banyak efek pencegahan penyakit. Mereka yang punya kadar vitamin D kurang dalam tubuhnya lebih beresiko terkena penyakit kanker, demensia, serta penyakit jantung. Karena itu, sisihkan waktu di pagi hari untuk berolahraga sambil berjemur di bawah matahari.

4. Bercinta
Anda tak perlu bercinta terlalu sering untuk mendapatkan manfaat hubungan seksual terhadap kesehatan. Peneliti dari Universitas Wilkes menemukan bahwa melakukan hubungan seksual satu atau dua kali dalam seminggu akan meningkatkan kadar imunoglobulin A, antibodi yang melindungi tubuh dari berbagai infeksi termasuk melawan flu.

5. Tidur
Ini merupakan cara yang mudah dan menyenangkan untuk sehat. Cukup dengan tidur, kemampuan tubuh untuk melawan penyakit akan meningkat. Bukan hanya itu, tidur cukup akan menaikkan kadar leptin, hormon yang menekan nafsu makan. Dengan demikian, berat badan pun lebih terjaga.

6. Olahraga aerobik
Termasuk orang yang sulit tidur? Lakukan olahraga jenis aerobik, seperti jogging, bersepeda, atau berenang. Penelitian menunjukkan, mereka yang rutin melakukan olahraga aerobik intensitas sedang memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang melakukan latihan beban.

7. Masturbasi
Dalam Journal of the American Medical Association tahun 2004 disebutkan pria yang ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko terkena kanker prostat 33 persen lebih rendah. Hal ini terjadi karena ejakulasi secara teratur mungkin akan mengeluarkan atau membuang zat-zat kimia penyebab kanker.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/15/09410436/7.Cara.Sehat.Tanpa.Keluar.Uang

Ketika Pemkab-DPRD Berseberangan soal PPI di Kecamatan Pasongsongan Tak Ada Limit Waktu, Pemkab Tetap Yakin Tuntas

[ Sabtu, 10 Juli 2010 ]
Ketika Pemkab-DPRD Berseberangan soal PPI di Kecamatan Pasongsongan
Tak Ada Limit Waktu, Pemkab Tetap Yakin Tuntas

Program pusat yang diperuntukkan pada daerah selalu menuai kontroversi. Setelah polemik penguasaan eksploitasi gas di Perairan Giligenting, kini antara legislatif dengan eksekutif silang pendapat terkait penuntasan proyek PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) di Kec Pasongsongan.

ZARNUJI, Pasongsongan

---

UNTUK diketahui, pembangunan proyek dengan sistem multiyears di kecamatan ujung barat daya Sumenep itu mulai 2004 hingga 2009 menghabiskan Rp 7.781.782.000. Dana tersebut terdiri dari Rp 6.189.500.000 dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 1.592.282.000 dana pendamping dari APBD Sumenep.

Dari dana tersebut di antaranya diperuntukkan bagi pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) pada 2009 menghabiskan Rp 774.290.000. Rinciannya, dari DAK sebesar Rp 703.900.000 dan dari dana pendamping berjumlah Rp 70.390.000.

Pembangunan break water (BW) Rp 2.622.922.500. Yakni dari DAK Rp 2.384.475.000 dan dana pendamping Rp 238.447.500. Sedangkan pembangunan menara air pada tahun anggaran 2009 menghabiskan Rp 297.247.500, yaitu dana DAK 270.225.000 dan daerah hanya menyumbang Rp 27.022.500.

Anggota Komisi B DPRD Sumenep Wiwid Harjo Yudanto mengatakan, seharusnya pembangunan proyek ada target waktu penuntasannya. "Kenapa proyek PPI itu tidak ada limitasinya," katanya kepada koran ini di kantor dewan kemarin (9/7).

Menurut dia, wajar jika komisi B sepakat untuk mencekal dana pendamping dari daerah ke depan. Apalagi, seperti proyek BW (tangkis laut) yang masih belum dimanfaatkan sudah rusak lebih dulu.

"Kalau memang belum bisa dipastikan kapan akan selesai, kenapa harus diberi dana pendamping lagi. Jelas dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD 2010 kami cekal dana pendampingnya," tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Sumenep Moch. Dahlan mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan ketentuan penuntasan proyek PPI. "Itu kan proyek provinsi. Kami cuma mendukung," katanya.

Menurut dia, pemkab dalam pembangunan proyek PPI hanya melihat dari segi manfaatnya terhadap masyarakat Sumenep. Sehingga, pemkab terus berusaha untuk mendukung kesuksesannya. "Daerah kan hanya memberikan dana pendamping," tukasnya.

Hanya, kata Dahlan, berdasarkan hasil koordinasi pemkab dengan pihak terkait di tingkat Jatim, dipastikan setahun lagi proyek prestisius tersebut akan kelar. "Insya Allah 2011 dipastikan tuntas," ujarnya. (fiq)

Selasa, 06 Juli 2010

Waspadai Gangguan Enzim Pencernaan

Waspadai Gangguan Enzim Pencernaan
Selasa, 6 Juli 2010 | 08:54 WIB

shutterstock
TERKAIT:
Ketika Gangguan Maag Menyerang
Nyeri Ulu Hati Mungkin Serangan Jantung
Maag, Penyakit Orang Kantoran
GramediaShop: Bulu Tangkis
GramediaShop: Khasiat Makanan Mentah

Kompas.com - Banyak ahli kesehatan berpendapat, hidup sehat dimulai dari pencernaan yang baik. Maklum, pencernaan yang sehat mampu menyerap nutrisi dari setiap makanan secara maksimal. Pencernaan yang sehat juga dapat menetralisir racun, serta melawan bakteri dan virus yang membahayakan tubuh.

Singkatnya, pencernaan yang baik akan membuat sirkulasi darah menjadi lancar, metabolisme tubuh dan fungsi organ pun menjadi prima. Sebaliknya, gangguan sistem pencernaan akan menimbulkan gangguan pula pada sistem kerja tubuh.

Ada beberapa masalah gangguan pencernaan yang sering dikeluhkan banyak orang. Yang paling populer adalah sakit maag. Penyakit ini muncul ketika produksi asam lambung meningkat dan melukai dinding lambung.

Keluhan lain yang sering muncul adalah naiknya asam lambung sampai ke kerongkongan. Dalam dunia kedokteran, penyakit ini dikenal dengan istilah gastro esophageal reflex disease (GERD).

Tapi, gangguan pencernaan tidak melulu berhubungan dengan asam lambung. Masalah juga bisa terjadi di seputar enzim pencernaan.

"Gangguan pencernaan karena enzim sering dipicu kurangnya pasokan enzim pencernaan dalam saluran pencernaan," kata Suhanto Kasmali, dokter umum dan Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Mediros, Jakarta Timur.

Biasanya, gangguan enzim pencernaan ini datang setelah makan. Gejalanya, perut terasa kembung. Rasa kembung tersebut muncul karena terdapat gas berlebihan dalam lambung. Alhasil, orang yang mengalami gangguan produksi enzim ini kerap bersendawa atau buang angin.

Karena kesibukan Gangguan enzim biasanya muncul karena pola makan yang tidak sehat. Umumnya, gangguan ini menyerang orang yang memiliki banyak kesibukan. Maklum, kesibukan kadang membuat kita lalai untuk menelan asupan makanan yang sehat.

Misalnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang kalorinya kosong, kurang menelan makanan yang cukup gizi, atau bahkan tidak cukup mengonsumsi makanan. "Akhirnya makanan yang harus dicerna tidak seimbang dengan jumlah enzim," kata Dwi L Riyantoro, Over The Counter (OTC) Division Head PT Darya-Varia Laboratoria.

Selain karena pola makan yang tidak sehat, faktor usia juga ikut mempengaruhi produksi enzim. Semakin bertambah usia seseorang, semakin sedikit enzim yang diproduksi dalam tubuh.

Ada tiga enzim yang berfungsi mengolah makanan. Pertama, enzim lipase yang berfungsi merombak lemak. Kedua, enzim protease yang bertugas memecah protein. Ketiga, enzim amylase yang bekerja merombak hidrat arang.

Ketiga enzim ini bekerja sama mengolah makanan yang masuk ke perut. Tanpa enzim yang cukup, makanan tak dapat diserap usus karena tidak tercerna sempurna. Jadinya, sebagian makanan yang masuk akan terbuang percuma. Alhasil, tubuh akan kekurangan gizi meski penderitanya sudah banyak menyantap makanan. Daya tahan tubuh juga menjadi lemah, sehingga gampang terseraizg penyakit.

Untuk mengatasi gangguan enzim ini, tentu Anda harus mengubah pola makan menjadi pola makan sehat. Anda juga bisa mengonsumsi produk enzim pencernaan yang umumnya berbentuk kapsul. Dengan mengonsumsi produk enzim, jumlah enzim dalam tubuh akan bertambah sehingga mencukupi kebutuhan pencernaan setelah makan.

Dokter Suhanto menyarankan, Anda tak peruu mengonsumsi produk enzim selama tidak ada keluhan. "Karena tubuh kita sudah memproduksi enzim tersebut," ujarnya.

Gangguan enzim sebenarnya bisa disembuhkan jika penderitanya kembali menjalani pola makan yang sehat. Dengan pola makan sehat, maka tubuh akan akan menemukan kembali keseimbangan produksi enzim.

Tapi, jika gangguan pencernaan masih menyerang, bisa jadi itu bukan karena faktor enzim belaka. Ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab masih munculnya gangguan tersebut. (Kontan/Sanny Cicilia Simbolon )

KESEHATAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi tren peningkatan angka penyakit alergi khususnya pada anak. Tahun 2006 terdapat 24,6 persen anak yang menderita eksim, jumlah itu meningkat dari tahun 1990 yang hanya kurang dari 10 persen.

Eksim atau dermatitis atopik merupakan bentuk alergi yang paling sering diderita anak. Pencetusnya antara lain faktor alergi makanan, misalnya susu sapi atau telur.

"Belakangan ini banyak bayi yang diberi susu formula, sehingga alergi pada anak meningkat," kata dr.Zakiudin Munasir Sp.A, Konsultan Alergi-Imunologi Anak dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Penelitian di Amerika menunjukkan 20 persen anak pernah mengalami alergi makanan. "Pada bayi, sistem pencernaannya belum sempurna sehingga rentan alergi," kata Zaki dalam acara media edukasi mengenai Alergi dan Imunitas di Jakarta (6/7).

Untuk Indonesia 5 besar makanan pencetus alergi pada anak adalah kelompok crustae (kepiting, udang), kacang, makanan laut, telur, serta susu sapi. "Sangat penting mengetahui jenis makanan pencetus alergi dan menghindarinya," katanya.

Oleh karena itu, bayi sebaiknya tidak diberikan makanan padat terlalu dini. "Berikan ASI sampai 6 bulan dan ibu menyusui harus mengindari makanan tertentu jika punya alergi," urainya.

Pada usia dini, tanda-tanda alergi biasanya adalah infeksi kulit seperti ruam merah dan gangguan saluran cerna seperti muntah dan diare. Dengan bertambahnya usia, reaksi alergi utama adalah pada sistem pernapasan, seperti asma.

Senin, 05 Juli 2010

PEMANDANGAN UMUM FRAKSI KEADILAN DEMOKRASI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUMENEP TERHADAP RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMENEP TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD TA. 2009

PEMANDANGAN UMUM
FRAKSI KEADILAN DEMOKRASI
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SUMENEP
TERHADAP
RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMENEP
TENTANG
PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN APBD TA. 2009


Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Yth.     Sdr.  Ketua Rapat, Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Sumenep;
           Sdr. Bupati dan Wakil Bupati Sumenep;
           Sdr. Para Muspida dan Ketua Pengadilan Negeri Sumenep;
           Sdr.  Sekretaris Daerah dan seluruh Jajaran Pimpinan SKPD Kabupaten Sumenep;
           Rekan-rekan wartawan, LSM, dan para undangan yang kami hormati.

Mengawali kesempatan ini, marilah kita senantiasa memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, atas berbagai karunia, rahmad dan hidayah-Nya, sehingga kita semua dapat hadir mendengarkan pembacaan Pendapat Umum Fraksi-Fraksi dalam penetapan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sumenep TA. 2009. Solawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Uswatun Hasanah kita Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Dalam kesempatan yang baik ini pula, perkenankanlah Fraksi Keadilan Demokrasi DPRD Kabupaten Sumenep menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumenep berserta seluruh jajaran eksekutif yang telah bekerja keras menuntaskan dan melaksanakan program/kegiatan sebagaimana amanat Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep tentang APBD TA. 2009.
Pelaksanaan APBD TA. 2009 tentunya wajib untuk dipertanggungjawabkan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk transparansi dan akuntibilitas pengelolaan dan penggunaan anggaran daerah. Dalam Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sumenep TA. 2009, dapat kita lihat apakah program-program dan kebijakan tahunan yang telah dirancang sekaligus termuat dalam dokumen APBD TA. 2009 dapat terealisasi dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Sidang Dewan Yang Terhormat;
Hakikat Otonomi Daerah adalah upaya pemberdayaan daerah dalam pengambilan keputusan daerah secara lebih leluasa dan bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya yang dimiliki sesuai dengan kepentingan, prioritas, dan potensi daerah sendiri. Kewenangan yang luas dan utuh yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi pada semua aspek pemerintahan ini, pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat.
Implementasi otonomi daerah secara komprehensif membawa konsekuensi logis berupa pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah berdasarkan manajemen keuangan yang sehat. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan keuangan daerah yang baik dalam rangka mengelola dana APBD secara transparan, ekonomis, efisien, efektif dan akuntabel.
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sumenep TA. 2009 yang sedang kita bahas ini, merupakan sebuah bentuk aplikasi sistem pertanggungjawaban anggaran dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Selain sebagai wujud akuntabilitas pengelolaan dan penggunaan anggaran, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD juga sebagai sarana untuk melakukan evaluasi terhadap target serta pencapaian kinerja program pembangunan daerah yang telah dilaksanakan dalam masa 1(satu) Tahun Anggaran.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, APBD Kabupaten Sumenep TA. 2009 terdiri atas Struktur Pendapatan, Struktur Belanja dan Struktur Pembiayaan yang kesemuanya berbasis kepada kinerja dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Dengan dilakukannya Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sumenep TA. 2009, dapat diketahui pula sampai sejauh mana upaya intensifikasi penggalian sumber-sumber pendapatan di Kabupaten Sumenep sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Demikian juga dari sisi belanja dan pembiayaan, kita dapat melihat efektifitas dan efisiensi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menggunakan anggaran daerah berdasarkan program dan kegiatan yang terangkum dalam komposisi struktur APBD TA. 2009.

Sidang Dewan Yang Terhormat
Setelah mencermati dan melakukan analisa secara detail terhadap deskripsi materi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2009 berdasarkan nota penjelasan Bupati Sumenep, Fraksi kami memberikan beberapa pertanyaan dan catatan penting sebagai masukan dan pijakan Pemerintah daerah dalam penyelengaraan Pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di masa-masa yang akan datang.
Adapun pertanyaan-pertanyaan yang signifikan, berkenaan dengan Raperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun anggaran 2009 adalah sebagai berikut:
  1. Terkait dengan audit BPK RI Jawa Timur yang menyatakan untuk laporan keuangan daerah Kabupaten Sumenep TA. 2009 memperoleh penilaian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), maka fraksi kami menyampaikan apresiasi atas opini BPK yang cukup baik tersebut. Meski demikian, fraksi kami perlu mengingatkan kepada seluruh jajaran SKPD untuk tidak cepat berpuas diri. Pencapaian prestasi kinerja keuangan daerah yang berorientasi pada perkembangan positif tentunya menjadi dambaan dan harapan bagi kita semua. Pada gilirannya, manajemen keuangan daerah yang benar-benar profesional, transparan dan akuntabel akhirnya dapat terwujud. Untuk meningkatkan perolehan peringkat opini BPK dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), maka pemerintah daerah perlu mengoptimalkan kinerja dalam pengelolaan keuangan daerah agar lebih ekonomis, efisien dan efektif sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Disamping itu, seluruh jajaran SKPD hendaknya memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi rekomendasi dan catatan-catatan tertulis dari BPK, sehingga pengelolaan keuangan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif oleh pihak pemerintah Kabupaten Sumenep. Untuk itu, fraksi kami ingin menanyakan sampai sejauhmana upaya-upaya yang telah ditempuh pihak pemkab dalam meningkatkan grade penilaian terhadap laporan keuangan daerah.
  2. Memperhatikan capaian kinerja keuangan dari setiap prioritas pembangunan, seperti yang tercantum dalam LAKIP Tahun 2009 mengindikasikan tingkat keberhasilan yang memuaskan. Beberapa prioritas program pembangunan antara lain: meningkatkan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesehatan, mempercepat pembangunan daerah tertinggal di wilayah kepulauan maupun daratan, mewujudkan ketersediaan infrastruktur pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan meningkatkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum mampu menjangkau level prosentase diatas 90 persen. Tetapi disisi lain, fraksi kami mengamati bahwa prioritas pembangunan khususnya memperkuat sistem ekonomi kerakyatan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan mencapai prosentase dibawah pencapaian 4 (empat) prioritas pembangunan lainnya. Dalam kaitan tersebut anggaran yang disediakan untuk mendukung program utama prioritas pembangunan 1 (kesatu) dalam APBD TA. 2009 sebesar 41 milyar 751 juta 603 ribu 732 rupiah hanya terealisasi sebesar 33 milyar 145 juta 264 ribu 937 rupiah. Untuk itu, fraksi kami meminta penjelasan mengapa prioritas pembangunan tersebut belum dapat terserap atau terealisasi secara optimal.
  3. Memperhatikan penyusunan APBD TA. 2009 yang disusun berdasarkan 9 (sembilan) prioritas utama pembangunan Kabupaten Sumenep Tahun 2009, Fraksi kami belum mengetahui seberapa besar nominal anggaran yang dialokasikan untuk program Penanggulangan Kemiskinan, Perluasan Kesempatan Kerja dan Berusaha. Disamping itu, perlu pula kami mengetahui seberapa jauh pencapaian keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh pemkab khususnya dalam mengentaskan kemiskinan selama TA. 2009.
  4. Sebagaimana diketahui bahwa SILPA merupakan selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu tahun anggaran. Untuk mengetahui secara terperinci mengenai jumlah SILPA yang tersimpan dalam kas daerah maka diperlukan pengkajian yang mendalam terhadap laporan keuangan daerah Kabupaten Sumenep. Di dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA. 2009, disebutkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan sebesar 155 milyar 543 juta 970 ribu 561 rupiah 11 sen. Jika kita amati lebih jauh, jumlah SILPA yang cukup besar tersebut jelas-jelas menunjukkan bahwa Pemkab kurang memperhatikan unsur penggunaan untuk belanja dan pembiayaan pemerintah. Secara eksplisit, dapat dikatakan besarnya SILPA yang bersumber dari penundaan program/kegiatan maupun rendahnya penyerapan anggaran, maka dapat dikatakan bahwa kinerja SKPD dalam mengorganisasi sumber daya yang dimiliki ternyata cukup rendah. Konsekuensinya, hak-hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang memadai menjadi terabaikan sebagai akibat masih rendahnya profesionalitas dan kompetensi instansi. Oleh karenanya, fraksi kami ingin menanyakan faktor-faktor penyebab rendahnya penyerapan realisasi anggaran di masing-masing SKPD.
  5. Berkenaan dengan Dana Bagi Hasil Migas (DBH) yang merupakan salah satu komponen dalam pos dana perimbangan, Fraksi kami belum menemukan DBH Migas tercover dalam draf peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA. 2009. Padahal seharusnya pada tahun 2009 DBH Migas khsusunya untuk blok Maleo yang berlokasi di perairan Giligenting sudah diterima oleh Pemkab Sumenep. Dengan demikian perlu kiranya fraksi kami menanyakan belum diterimanya DBH Migas dimaksud. Mohon Penjelasan. 

Sidang Dewan Yang Terhormat
Demikianlah penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Keadilan Demokrasi DPRD Kabupaten Sumenep terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Sumenep TA. 2009. Semoga uraian-uraian yang telah kami sampaikan dapat menjadi bahan masukan dan evaluasi guna mewujudkan tata kelola anggaran yang lebih baik.
Terima kasih atas kebersamaan dan perhatiannya. Mohon maaf jika terdapat kekhilafan baik dalam tata cara penyampaian maupun terhadap isi materi pemandangan umum fraksi kami.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Sumenep, 05 Juli 2010
FRAKSI KEADILAN DEMOKRASI
DPRD KABUPATEN SUMENEP

Ketua,

WIWID HARJO YUDANTO, SE
Sekretaris,

Drs. H. HASAN MUDHARI, MM

Kamis, 01 Juli 2010

Sudah Transparankah dana bagi hasil Migas untuk Sumenep

Meskipun pemerintah kabupaten Sumenep telah memenangkan uji Materiil terhadap Permendagri No 8 Tahun 2007 tentang Propinsi Jawa Timur sebagai penghasil Migas, namun Sumenep belum menikmati hasilnya padahal putusan MA sudah keluar sejak tanggal 18 September 2008 lSeperti yang diharapkan. Seperti dalam salinan putusan MA Nomor 19P/HUM/2007 tertanggal 17 September 2008, permendagri yang mengatur mengenai Provinsi Jatim penghasil SDA di sektor migas bumi batal demi hukum..
Namun kenyataannya hingga pertengahan tahun 2010 ini belum ada kejelaskan sama sekali.
Komisi B DPRD Sumenep akan membentuk tim penelusuran dan investigasi untuk mencari tahu kenapa dana bagi hasil migas itu tidak sampai ke Pemkab Sumenep.
Lalu pertanyaan yang muncul, Sudah Transparankah dana bagi hasil Migas untuk Sumenep

Rabu, 16 Juni 2010

PEMILUKADA SUMENEP DUA PUTARAN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur, mulai mengantisipasi kemungkinan menggelar pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) putaran kedua. Rencana pelaksanaan pemilukada putaran kedua akan dilaksanakan pada tanggal 10 agustus 2010.

Sabtu, 23 Januari 2010

KABAR DARI KELUARGA WIWID SUMENEP: WISATA SUMENEP

KABAR DARI KELUARGA WIWID SUMENEP: WISATA SUMENEP

KABAR DARI KELUARGA WIWID SUMENEP: PENYEBERANGAN KALIANGET-TALANGO PERLU PERBAIKAN SARANA

KABAR DARI KELUARGA WIWID SUMENEP: PENYEBERANGAN KALIANGET-TALANGO PERLU PERBAIKAN SARANA

SEKILAS SEJARAH SUMENEP

SEJARAH
Sejarah Sumenep jaman dahulu diperintah oleh seorang Raja. Ada 35 Raja yang telah memimpin kerajaan Sumenep. Dan, sekarang ini telah dipimpin oleh seorang Bupati. Ada 14 Bupati yang memerintah Kabupaten Sumenep.
Mengingat sangat keringnya informasi/data yang otentik seperti prasati, pararaton, dan sebagainya mengenai Raja Sumenep maka tidak seluruh Raja-Raja tersebut kami ekspose satu persatu, kecuali hanya Raja-Raja yang menonjol saja popularitasnya.
Pendekatan yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan historis dan kultural, selain itu kami gunakan juga pendekatan ekonomis, psikologis dan edukatif.

JAMAN PEMERINTAH KERAJAANARYA WIRARAJA
           Arya Wiraja dilatik sebagai Adipati pertama Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269, yang sekaligus bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep. Selama dipimpin oleh Arya Wiraja, banyak kemajuan yang dialami kerajaan Sumenep. Pria yang berasal dari desa Nangka Jawa Timur ini memiliki pribadi dan kecakapan/kemampuan yang baik. Arya Wiraja secara umum dikenal sebagai seorang pakar dalam ilmu penasehat/pengatur strategi, analisanya cukup tajam dan terarah sehingga banyak yang mengira Arya Wiraja adalah seorang dukun.
Adapun jasa-jasa Arya Wiraja :
- Mendirikan Majapahit b ersama dengan Raden Wijaya.
- Menghancurkan tentara Cina/tartar serta mengusirnya dari tanah Jawa.
           Dalam usia 35 Tahun, karier Arya Wiraja cepat menanjak. Mulai jabatan Demang Kerajaan Singosari kemudian dipromosikan oleh Kartanegara Raja Singosari menjadi Adipati Kerajaan Sumenep, kemudian dipromosikan oleh Raden Wijaya menjadi Rakyan Menteri di Kerajaan Majapahit dan bertugas di Lumajang. Setelah Arya Wiraja meninggalkan Sumenep, kerajaan di ujung timur Madura itu mengalami kemunduran. kekuasaan diserahkan kepada saudaranya Arya Bangah dan keratonnya pindah dari Batuputih ke Banasare di wilayah Sumenep juga. Selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya Danurwendo, yang keratonnya pindah ke Desa Tanjung. Dan selanjutnya diganti oleh anaknya, yang bernama Arya asparati. Diganti pula oleh anaknya bernama Panembahan Djoharsari. Selanjutnya kekuasaan dipindahkan kepada anaknya bernama Panembahan Mandaraja, yang mempunyai 2 anak bernama Pangeran Bukabu yang kemudian menganti ayahnya dan pindah ke Keratonnya di Bukabu (Kecamatan Ambunten). Selanjutnya diganti oleh adiknya bernama Pangeran Baragung yang kemudian pindah ke Desa Baragung (Kecamatan Guluk-guluk).
PANGERAN JOKOTOLE (Pangeran Secodiningrat III)
           Pangeran Jokotole menjadi raja Sumenep yang ke 13 selama 45 tahun (1415-1460). Jokotole da adiknya bernama Jokowedi lahir dari Raden Ayu Potre Koneng, cicit dari Pangeran Bukabu sebagai hasil dari perkawinan bathin (melalui mimpi) dengan Adipoday (Raja Sumenep ke 12). Karena hasil dari perkawinan Bathin itulah, maka banyak orang yang tidak percaya. Dan akhirnya, seolah-olah terkesan sebagai kehamilan diluar nikah. Akhirnya menimbulkan kemarahan kedua orang tuanya, sampai akan dihukum mati. Sejak kehamilannya, banyak terjadi hal-hal yang aneh dan diluar dugaan. Karena takut kepada orang tuanya maka kelahiran bayi RA Potre Koneng langsung diletakkan di hutan oleh dayangya. Dan, ditemukan oleh Empu Kelleng yang kemudian disusui oleh kerbau miliknya.
            Peristiwa kelahiran Jokotole, terulang lagi oleh adiknya yaitu Jokowedi. Kesaktian Jokotole mulai terlihat pada usia 6 tahun lebih, seperti membuat alat-alat perkakas dengan tanpa bantuan dari alat apapun hanya dari badanya sendiri, yang hasilnya lebih bagus ketimbang ayah angkatnya sendiri. Lewat kesaktiannya itulah maka ia membantu para pekerja pandai besi yang kelelahan dan sakit akibat kepanasan termasuk ayah angkatnya dalam pengelasan membuat pintu gerbang raksasa atas pehendak Brawijaya VII. Dengan cara membakar dirinya dan kemudian menjadi arang itulah kemudian lewat pusarnya keluar cairan putih. Cairan putih tersebut untuk keperluan pengelasan pintu raksasa. Dan, akhirnya ia diberi hadiah emas dan uang logam seberat badannya. Akhirnya ia mengabdi di kerajaan Majapahit untuk beberapa lama.
            Banyak kesuksessan yang ia raih selama mengadi di kerajaan Majapahit tersebut yang sekaligus menjadi mantu dari Patih Muda Majapahit. Setibanya dari Sumenep ia bersama istrinya bernama Dewi Ratnadi bersua ke Keraton yang akhirnya bertemu dengan ibunya RA Potre Koneng dan kemudian dilantik menjadi Raja Sumenep dengan Gelar Pangeran Secodiningrat III. Saat menjadi raja ia terlibat pertempuran besar melawan raja dari Bali yaitu Dampo Awang, yang akhirnya dimenangkan oleh Raja Jokotole dengan kesaktiannya menghancurkan kesaktiannya Dampo Awang. Dan kemudian kekuasaannya berakhir pada tahun 1460 dan kemudian digantikan oleh Arya Wigananda putra pertama dari Jokotole.
RADEN AYU TIRTONEGORO DAN BINDARA SAOD
             Raden Ayu Tirtonegoro merupakan satu-satunya pemimpin wanita dalam sejarah kerajaan Sumenep sebagai Kepala Pemerintahan yang ke 30. Menurut hikayat RA Tirtonegoro pada suatu malam bermimipi supaya Ratu kawin dengan Bindara Saod. Setelah Bindara Saod dipanggil, diceritakanlah mimpi itu. Setelah ada kata sepakat perkawinan dilaksanakan, Bindara Saodmenjadi suami Ratu dengan gelar Tumenggung Tirtonegoro.
             Terjadi peristiwa tragis pama masa pemerintahan Ratu Tirtonegoro. Raden Purwonegoro Patih Kerajaan Sumenep waktu mencintai Ratu Tirtonegoro, sehingga sangat membenci Bindara Saod, bahkan merencanakan membunuhnya. Raden Purwonegoro datang ke keraton lalu mengayunkan pedang namun tidak mengenai sasaran dan pedang tertancap dalam ke tiang pendopo. Malah sebaliknya Raden Purwonegoro tewas di tangan Manteri Sawunggaling dan Kyai Sanggatarona. Seperti diketahui bahwa Ratu Tirtonegoro dan Purwonegoro sama-sama keturunan Tumenggung Yudonegoro Raja Sumenep ke 23. Akibatnya keluarga kerajaan Sumenep menjadi dua golongan yang berpihak pada Ratu Tirtonegoro diperbolehkan tetap tinggal di Sumenep dan diwajibkan merubah gelarnya dengan sebutan Kyai serta berjanji untuk tidak akan menentang Bindara Saod sampai tujuh turunan. Sedang golongan yang tidak setuju pada ketentuan tersebut dianjurkan meninggalkan kerajaan Sumenep dan kembali ke Pamekasan, Sampang atau Bangkalan.
PANEMBAHAN SOMALA
             Bandara Saod dengan isterinya yang pertama di Batu Ampar mempunyai 2 orang anak. Pada saat kedua anak Bindara Saod itu datang ke keraton memenuhi panggilan Ratu Tirtonegoro, anak yang kedua yang bernama Somala terlebih dahulu dalam menyungkem kepada Ratu sedangkan kakaknya mendahulukan menyungkem kepada ayahnya (Bindara Saod). Saat itu pula keluar wasiat Sang Ratu yang dicatat oleh sektretaris kerajaan. Isi wasiat menyatakan bahwa di kelak kemudian hari apabila Bindara Saod meninggal maka yang diperkenankan untuk mengganti menjadi Raja Sumenep adalah Somala. Setelah Bindara Saod meninggal 8 hari kemudian Ratu Tirtonegoro ikut meninggal tahun 1762, sesuai dengan wasiat Ratu yang menjadi Raja Sumenep adalah Somala dengan gelar Panembahan Notokusumo I.
              Beberapa peristiwa penting pada zaman pemerintahan Somala antara lain menyerang negeri Blambangan dan berhasil menang sehingga Blambangan dan Panarukan menjadi wilayah kekuasaan Panembangan Notokusumo I. Kemudian beliau membangun keraton Sumenep yang sekarang berfungsi sebagai Pendopo Kabupaten. Selanjutnya beliau membangun Masjid Jamik pada tahuhn 1763, Asta Tinggi (tempat pemakaman Raja-Raja Sumenep dan keluarganya) juga dibangun oleh beliau.
SULTAN ABDURRACHMAN PAKUNATANINGRAT
               Sultan Abdurrachman Pakunataningrat bernama asli Notonegoro putra dari Raja Sumenep yaitu Panembahan Notokusumo I. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat mendapat gelar Doktor Kesusastraan dari pemerintah Inggris, karena beliau pernah membantu Letnan Gubernur Jendral Raffles untuk menterjemahkan tulisan-tulisan kuno di batu kedalam bahasa Melayu. Beliau memang meguasai berbagai bahasa, seperti bahasa Sansekerta, Bahasa Kawi, dan sebagainya. Dan, juga ilmu pengetahuan dan Agama. Disamping itu pandai membuat senjata Keris. Sultan Abdurrachman Pakunataningrat dikenal sangat bijaksana dan memperhatikan rakyat Sumenep, oleh karena itu ia sangat disegani dan dijunjung tinggi oleh rakyat Sumenep sampai sekarang.