[ Sabtu, 10 Juli 2010 ]
Ketika Pemkab-DPRD Berseberangan soal PPI di Kecamatan Pasongsongan
Tak Ada Limit Waktu, Pemkab Tetap Yakin Tuntas
Program pusat yang diperuntukkan pada daerah selalu menuai kontroversi. Setelah polemik penguasaan eksploitasi gas di Perairan Giligenting, kini antara legislatif dengan eksekutif silang pendapat terkait penuntasan proyek PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) di Kec Pasongsongan.
ZARNUJI, Pasongsongan
---
UNTUK diketahui, pembangunan proyek dengan sistem multiyears di kecamatan ujung barat daya Sumenep itu mulai 2004 hingga 2009 menghabiskan Rp 7.781.782.000. Dana tersebut terdiri dari Rp 6.189.500.000 dana alokasi khusus (DAK) dan Rp 1.592.282.000 dana pendamping dari APBD Sumenep.
Dari dana tersebut di antaranya diperuntukkan bagi pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI) pada 2009 menghabiskan Rp 774.290.000. Rinciannya, dari DAK sebesar Rp 703.900.000 dan dari dana pendamping berjumlah Rp 70.390.000.
Pembangunan break water (BW) Rp 2.622.922.500. Yakni dari DAK Rp 2.384.475.000 dan dana pendamping Rp 238.447.500. Sedangkan pembangunan menara air pada tahun anggaran 2009 menghabiskan Rp 297.247.500, yaitu dana DAK 270.225.000 dan daerah hanya menyumbang Rp 27.022.500.
Anggota Komisi B DPRD Sumenep Wiwid Harjo Yudanto mengatakan, seharusnya pembangunan proyek ada target waktu penuntasannya. "Kenapa proyek PPI itu tidak ada limitasinya," katanya kepada koran ini di kantor dewan kemarin (9/7).
Menurut dia, wajar jika komisi B sepakat untuk mencekal dana pendamping dari daerah ke depan. Apalagi, seperti proyek BW (tangkis laut) yang masih belum dimanfaatkan sudah rusak lebih dulu.
"Kalau memang belum bisa dipastikan kapan akan selesai, kenapa harus diberi dana pendamping lagi. Jelas dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD 2010 kami cekal dana pendampingnya," tegasnya.
Sementara Wakil Bupati Sumenep Moch. Dahlan mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan ketentuan penuntasan proyek PPI. "Itu kan proyek provinsi. Kami cuma mendukung," katanya.
Menurut dia, pemkab dalam pembangunan proyek PPI hanya melihat dari segi manfaatnya terhadap masyarakat Sumenep. Sehingga, pemkab terus berusaha untuk mendukung kesuksesannya. "Daerah kan hanya memberikan dana pendamping," tukasnya.
Hanya, kata Dahlan, berdasarkan hasil koordinasi pemkab dengan pihak terkait di tingkat Jatim, dipastikan setahun lagi proyek prestisius tersebut akan kelar. "Insya Allah 2011 dipastikan tuntas," ujarnya. (fiq)